Sabtu, 22 November 2014

Jenis-Jenis Kereta Api Jepang

Berikut adalah jenis-jenis kereta api Jepang, yg konon katanya seperti jet kecepatannya :D
1. Kereta Api Listrik
KRL atau Kereta Listrik merupakan jenis kereta yang paling banyak dijumpai di Jepang. Semua kereta di Jepang sudah menggunakan tenaga listrik, jadi kereta di Jepang lebih senyap ( ga berisik), cepat dan ramah lingkungan.
Kereta api Jepang juga terkenal karena selalu tepat waktu. Lima stasiun (Stasiun Shinjuku, Ikebukuro Station, Stasiun Shibuya, Umeda Station, dan Yokohama Station) melayani lebih dari 2 juta penumpang setiap hari membuat Jepang sebagai negara dengan stasiun kereta api tersibuk di dunia.
Jalur kereta mencakup seluruh pulau di Jepang, sepanjang 27.268 km. . Transportasi kereta di Jepang telah melayani penumpang sebanyak 22,24 miliar penumpang di tahun 2006 (sekitar 395,95 miliar penumpang per kilometer). Sebagai perbandingan, Jerman yang punya jalur kereta sepanjang 40.000 km hanya membawa 2,2 miliar penumpang pertahun.
Meskipun begitu kereta di Jepang nyaris tidak pernah terlambat (kecuali kalau ada bencana alam atau ada yang bunuh diri). Kalaupun terlambat paling-paling hanya sekitar 20 detik.


2. Shinkansen
Shinkansen adalah kereta super cepat yang bisa melaju hingga 300 km/jam dan hanya melayani rute-rute jarak jauh. Tak heran julukan kereta peluru alias bullet train disematkan pada kereta ini. Dengan kecepatan tersebut, shinkansen menjadi pilihan utama warga negara Jepang dalam menempuh perjalanan antar kota. Sebagai contoh, Tokyo-Kyoto yang berjarak lebih dari 700 km bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Yang pasti harga tiket shinkansen jauh lebih mahal dari kereta biasa.


3. Monorel
Kereta monorel melayani rute-rute khusus seperti bandara dan beberapa obyek wisata tertentu, dan umumnya rutenya relatif pendek. Kereta monorel bentuknya mirip dengan kereta pada umumnya, tapi rel yang digunakan bukan rel baja ganda namun rel beton tunggal. Rodanya pun berupa roda karet seperti roda mobil, bukan roda baja. Yang unik adalah kereta ini digerakkan secara otomatis alias tanpa masinis. Anda bisa merasakan menjadi masinis dengan duduk di baris paling depan yang menyajikan pemandangan luas ke depan layaknya masinis kereta. Seperti halnya kereta lain, kereta monorel juga bertenaga listrik, namun jalur suplai listrik melalui jalur khusus yang menempel di rel beton, bukan melalui saluran udara seperti kereta lainnya.


4. Subway Train
Kereta bawah tanah hanya ada di Fukuoka, Kobe, Kyoto, Nagoya, Osaka, Sapporo, Sendai, Tokyo dan Yokohama. Sesuai namanya Kereta bawah tanah ini beroperasi di bawah tanah, jadi tidak menambah ruwet jalan raya. Harga tiketnya bervariasi mulai dari 160 Yen ( Rp.16.000) sampai 200 Yen (Rp20.000). Ada gerbong khusus perempuan, untuk melindungi dari tangan2 mesum (chikan). Kalau kamu tertarik sama Subway train, bisa berkunjung ke Tokyo Subway Museum, yang menampilkan sejarah, rute-rute, juga berbagai tipe Subway train.


5. Hokutosei
Kereta mewah ini merupakan kereta dengan rute yang panjang, menghubungkan stasiun Ueno di Tokyo dan Stasiun Sapporo di Utara pulau Hokkaido. Kereta ini merupakan jenis night train, karena untuk sampai Sapporo butuh waktu kira-kira 16,5 jam. Hokutosei sendiri dibagi menjadi beberapa kelas sebagai berikut :
Kelas A : Gerbong ini memiliki kompartemen yang lebih luas, dan fasilitas yang lebih banyak dibanding kelas B. Nah, gerbong Kelas A ini dibagi lagi jadi 2 yaitu Royal Room dan Twin Deluxe.
Royal Room lebih mahal (17.800 Yen) dari Twin Deluxe (13.350 Yen) karena fasilitasnya buat satu orang(satu kasur), sedangkan Twin Deluxe untuk dua orang ( ada dua kasur).

Kelas B : kompartemen Tipe B lebih kecil dan lebih murah dibandingkan kompartemen tipe A. Ada tiga jenis kompartemen tipe B: “Duet”, “Solo”, dan “Dua-tingkat Tipe B”. Kompartemen tipe B Semua membawa tarif akomodasi ¥ 6.300 per orang.
Duet Compartment adalah kompartemen untuk dua orang. Ada tipe yaitu upper level dan lower level. Kompartemen Solo adalah kompartemen untuk satu orang. Seperti kompartemen Duet, terdapat dua jenis tipe yaitu upper level dan lower level.
Dua tingkat Tipe B couchettes memiliki empat tempat tidur yang dapat secara individual tertutup dengan tirai. Sementara biasanya digunakan untuk wisatawan individu, ada juga “B kompartemen”, yang memiliki pintu yang bisa ditutup dan digunakan sebagai ruang pribadi untuk empat orang (atau kurang jika wisatawan ingin membayar untuk tempat tidur tambahan).
Dining Car : gerbong makan malam menyajikan makan malam yang mewah seperti makanan Perancis, selain itu ada Dinner Time dan Pub Time yang menyajikan berbagai macam snack, minuman, dan makanan mewah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar